FOREWORD
Haruskah Seni itu ada? Pertanyaan ini mebawaku dalam harapan harapan tentang dunia yang indah yang selalu menghantui dalam mimpi-mimpi sebagai manusia yang hidup di dunia ini.
Ketika pertama kali mengenal seni betapa seni itu menyenangkan mebawa dalam keasikan dalam perbuatan yang sama sekali terasa jauh dari perasaan tidak berguna, maka pertanyaan itu begitu menghanyutkan dalam keseriusan misteri tentang seni hingga aku harus melanjutkan belajar dalam sebuah paguyuban yang menasional untuk sekedar mengeksplorasi apa itu seni, Institut Seni Indonesia di Yogyakarta.
Di sini aku ingin mengembangkan betapa seni adalah sebuah cara untuk aku berkomunikasi dengan orang lain dan berbagi tentang keindahan yang telah di dapati.
Akhirnya lulus juga di tahun 2007 dan entah kemana langkah ini harus ditapakkan dalam sejarah hidup ini, mungkin disinilah langkah-langkah itu akan terprasastikan semoga tak ada tapak yang tercecer dan menjadi berguna.
Selamat membaca dan menikmati yang ada.
Sigit Pardiyanto S.Sn